No. ISBN : 978-602-7696-43-3
Penulis : Mohammad Takdir
Ukuran/Halaman : 14x20 cm/324
Edisi Cetakan : 1, Mei 2018
Penerbit : IRCiSoD
Tahun Terbit : 2018
Resensetor : Sri Wardah Sakinatul Hijaz
Dengan memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat
dan hidayahnya, akhirnya peresensi berhasil menyelesaikan resensi sebuah buku
yang berjudul “MODERNISASI KURIKULUM PESANTREN ”
Buku modernisasi Kurikulum Pesantren ini hadir agar peresensi dan
pembaca mengetahui secara mendalam tentang kurikulum pesantren yang telah mulai
mengalami perubahan seiring mengikuti jaman yang modern ini serta tuntutan
pembaruan kurikulum pesantren dalam memberikan konstribusi untuk kemajuan dunia
pendidikan pesantren dan umat islam diseluruh Nusantara supaya selalu
mengetahui perkembangan sistem pendidikan di pesantren, dan signifikansi
pembaruan pendidikan pesantren yang menjadi titik terang peradaban umat pada
masa mendatang. Sering kali pesantren dipandang sebagai lembaga konservatif dan
tradisional, namun sampai saat ini, pesantren diakui sebagai lembaga pendidikan
alternatif dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Mohammad Takdir lahir pada tanggal 17 September 1986 di Kabupaten
Pamekasan, Madura. Beliau kini menjadi dosen Ilmu Tasawuf dan Psikoterapi ,
Fakultas Ushuluddin, Institut Ilmu Keislaman Annuqoyah (INSTIKA), Guluk-Guluk,
Sumenep, Madura (2015-sekarang). Beberapa artikelnya pernah dimuat di koran
lokal dan nasional, juga karya-karya Takdir juga diterbitkan di beberapa
jurnal. Selain menulis di koran, Takdir juga telah menghasilkan puluhan buku
diantanya Politisasi Agama dan Kekuasaan (Antologi bersama, Obsesi
Press, Maret 2008); Belantara Filsafat dan Diaspora Menuju Tuhan (Antologi
Bersama, Teras, Mei 2009); Gelegar Sumpah Gajah Mada Proklamator Nusantara (Garailmu,
2009), dll.
Pada buku Modernisasi Kurikulum Pesantren, pengarang memberikan
solusi, arahan dan pengetahuan tentang ruang lingkup pesantren yang sesuai
dengan zaman kini. Berbagai informasi yang diutarakan dalam buku ini, membuat
para pembaca faham dan mengerti kurikulum moderen di Pesantren.
Materi-materi yang disajikan dalam buku ini sangat menarik dan
memang merupakan hal-hal yang mesti diketahui masyarakat yang hidup disekitar
pesantren, membuat para pembaca bisa dengan mudah memahami dan mencerna materi
demi materi yang disajikan penulis. Dilihat dari isinya bab-bab yang disajikan
seperti:
1.
Mengapa
Pesantren Ada di Nusantara?
Arifin dalam bukunya Kapita Selekta Pendidikan menyatakan bahwa setidaknya terdapat empat
tujuan penting berdirinya pendidikan pesantren, yaitu:
a.
Untuk
membimbing manusia agar mampu menjadi kholifah di muka bumi ini sehingga tugas
dan tanggung jawabnya sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri.
b.
Mencetak
generasi yang memiliki kepribadian dan budi pekerti yang baik.
c.
Membimbing
dan membina potensi akal, jiwa dan jasmani manusia agar senantiasa dekat denga
Allah SWT.
d.
Membimbing
santri untuk menjadi pribadi muslim yang ahli agama dan mampu mengamalkannya
untuk masyarakat luas.
2.
Tantangan
Pesantren dalam Menghadapi Globalisai
Bagian dari pengaruh globalisasi yang menawarkan kebebasan dan
kemewahan dalam segala aspek kehidupan ialah kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dengan demikian dikhawatirkan terhadap menurunnya semangat santri
dalam mempertahankan nilai-nilai dan tradisi pesantren. Jika pesantren tidak
memiliki tameng yang kuat dalam membendung pengaruh negatif globalisasi, bukan
tidak mungkin kebudayaan populer akan meruntuhkan nilai dan tradisi pesantren.
3.
Tantangan
Modernisasi Pendidikan Pesantren
Tantangan besar bagi pondok pesantren di Indonesia ialah perannya
dalam mengelola santri yang memiliki kompetensi intelektual dan spiritual yang
seimbang. Tentu saja santri masa depan perlu memiliki keterampilan yang terpadu
antara khazanah keilmuan modern dan khazanah islam yang berbudaya lokal.
Sementara, kondisi objektif pendidika Indonesia tak ubahnya potret dualisme
pendidikan antara pendidikan tradisional dan pendidikan modern.
4.
Model
Modernisasi Kurikulum Pendidikan Pesantren
Dalam hal ini, dapat dijabarkan menjadi tiga bagian, yaitu:
1.
Bidang
personalia
2.
Fasilitas
fisik
3.
Pengaturan
waktu
Dilihat
dari segi bahasa yang digunakan pengarang cukup sederhana, sopan, rapi dan
teratur dalam penggunaan kata ilmiah yang terdapa pada buku ini. Memiliki
penjelasan satu persatu, sehingga para pembaca tidak mengalami kesulitan ketika
mempelajari bab demi bab yang ada dalam buku Modernisai Kurikulum Pesantren.
Kelemahan
buku ini terletak pada tampilan buku yang kurang menarik dan didalamnya kurang
dibubuhi gambar, sehingga kurang menarik untuk dibeli. Dan juga mungkin sedikit
sekali peminat dari kaum muda yang ingin membaca buku Modernisasi Kurikulum
Pesantren ini.
Hal
yang perlu kita petik dari buku Modernisasi Kurikulum Pesantren adalah
bagaimana seharusnya kita meningkatkan nilai-nilai pesantren yang ada disekitar
kita sebagai sumbangsih pemikiran agar pendidikan di pondok pesantren terus
berkembang dengan baik.
Buku
Modernisasi Kurikulum Pesantren ini sangat penting, terutama bagi para pembaca
yang ingin mengetahui sejauh mana kurikulum yang ada dipesantren atau sebagai
gambaran untuk yang akan membangun sebuah pesantren.

No comments:
Post a Comment